"> Ribuan Warga Nahdliyin Srumbung Ikuti Apel Kebangsaan HSN 2019 - MWC NU Srumbung

Ribuan Warga Nahdliyin Srumbung Ikuti Apel Kebangsaan HSN 2019

Ahmad Muslim

NUSrumbung.or.id- Apel Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2019 di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, berlangsung meriah dengan diikuti Ribuan warga Nahdliyin dan Masayarakt umum diwilayah ini.

Apel dimulai pikul 08:00 wib, bertempat di Lapangan Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung, bertindak selaku Pembina Apel adalah Ketua Tanfidz MWC NU, H. Mahmud Rasyidi, sementara selaku Komandan Apel adalah Kovin Andriyanto, Wakil Kepala Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana Kecamatan Srumbung.

Sementara ditenda tamu undangan, selain nampak para kyai dan pengrurus MWC NU, nampak pula Camat Srumbung, M. Taufiq Hidayat Yahya, S.STP, M.Si, Kapolsek Srumbung, Aiptu Sumino, dan Komandan Koramil 16 Srumbung,  Kapten Inf I Ketut Kukuh AW, S.Sos.

Dalam amanatnya, KH Said Aqil Siraj selaku Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ yang dibacakan oleh H. Mahmud Rasyidi ketua Tanfidiyah MWC NU Srumbung mengatakan, 2019 ini adalah tahun keempat Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri.

Setelah sebelumnya pada 2015 lalu, peran kaum santri diakui negara melalui Keputusan Presiden RI No. 22 Tahun 2015 tentang Penetapan Tanggal 22 Oktober sebagai HARI SANTRI.

“Tahun ini, kaum santri kembali mendapat penguatan negara melalui pengesahaan UU Pesantren. Diharapkan melalui UU ini, santri dan pendidikan pesantren dapat meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa dan negara melalui fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Kyai Said juga berpesan, agar Santri tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai Muslim yang berakhlakul karimah, yang hormat kepada kiai dan menjanjung tinggi ajaran para leluhur, terutama metode dakwah dan pemberdayaan Walisongo. Santri disatukan dalam asâsiyât (dasar dan prinsip perjuangan), khalqiyat (jati diri), dan ghâyat (tujuan).

Menurutnya dasar perjuangan santri adalah memperjuangkan tegak lestarinya ajaran Islam Ahlussunnah Waljama’ah, yaitu Islam bermadzhab. di tengah kampanye Islam anti-madzhab yang menggemakan jargon kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis, santri dituntut untuk cerdas mengembangkan argumen Islam moderat yang relevan, kontekstual, membumi, dan kompatibel dengan semangat membangun simbiosis Islam dan kebangsaan.

Islam tidak diajarkan dalam bungkusnya, tetapi isinya. Bungkusnya dipertahankan dalam wadah budaya Nusantara, tetapi isinya diganti dengan ajaran Islam. Budaya dijadikan sebagai infrastruktur agama, sejauh tidak bertentangan dengan syariat.

“Termasuk dalam hal ini adalah bentuk negara. Bentuk negara apa pun, asal syari’at Islam dapat dijalankan masyarakat, sah dan mengikat, baik berbentuk republik, mamlakah, maupun emirat. Karena NKRI berdasarkan Pancasila telah disepakati oleh para pendiri bangsa, seluruh warga negara, termasuk santri, wajib patuh menjaga dan mempertahankan konsensus kebangsaan,” tandasnya

Dalam Apel hari selasa (22/10) pagi itu, diikuti oleh ribuan warga Nahdliyin yang terdiri dari Kader Penggerak, Anggota Badan Otonom, Santri Pondok Pesantren, Pelajar Sekolah Ma’arif serta Santri Madrasah Diniyah diwilayah Kecamatan Srumbung.

Diakhir amanat, Kyai Said berpesan, bahwa Islam tidak boleh dibela dengan pekik takbir di jalan-jalan, dengan kerumunan massa yang  mengibar-ngibarkan bendera, dengan caci maki dan sumpah serapah. Islam harus dibela dengan ilmu pengetahuan dan peradaban. Itulah cara bela Islam yang benar. Benarlah peringatan Imam Ghazali dalam Kitab Tahâfutul Falâsifah:

“Santri mewarisi legacy yang ditinggalkan oleh para ulama di abad keemasan Islam. Karena itu, kebangkitan Islam akan sangat ditentukan oleh kiprah dan peranan kaum santri,” Pungkasnya (AMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bangkitkan Pramuka,Sako Ma'arif Srumbung ikuti Jampamacab

NU Srumbung.or.id. Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Ma’arif Srumbung mengirimkan empat regu Pramuka penggalang MI Ma’arif yang terdiri dari 20 peserta putra dan 20 peserta putri untuk mengikuti Jambore Penggalang MI/SD Cabang (Jampamacab) Magelang 2019 dari mulai tanggal 25 sampai 27 Oktober 2019 di Lapangan […]