PBNU Dukung MWC NU Srumbung Tolak Eksploitasi Merapi

Rombongan Pengurus MWC NU Srumbung, Kabupaten Magelang, ketika bertemu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj di Kantor PBNU Jakarta.

NUSrumbung.or.id_Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh atas sikap Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama’ (MWC NU) Srumbung, Kabupaten Magelang, yang menolak rencana eksploitasi material galian C di kawsan Taman Nasional Gunung Merapi.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PBNU KH Said Aqil Siraj di Kantor PBNU di Jakarta beberapa waktu lalu, saat menerima Rombongan MWC NU Srumbung.

“Nggeh saya ijinkan dan saya restui, mugi khasil maksud,” jawab Kyai Said Aqil Siroj menjawab paparan Rais Syuriyah Kyai Ahmad Bahakudin Syah, dan ketua Tanfidziyah H. Muslikh M.PdI.

Dalam pertemuan itu, MWC NU Srumbung yang diwakili oleh Kyai Ahmad bahkudin Syah selaku rais Syuriah, dan H Muslikh selaku ketua Tanfidzyiyah, menyampaikan bahwa dampak yang akan terjadi selain kerusakan infrastruktur juga hilangnya sumber mata air baku.

“Saat ini warga di lima Desa yakni Tegalrandu, Ngargosoko, Mranggen, Srumbung dan Ngablak, mengambil sumber air bersihnya dari Sungai putih, maka kalau terjadi eksploitasi di Sungai putih, dikhawatirkan sumber air juga akan hilang,” papar H Muslikh.

“Kalau sampai air bersih hilang, maka warga kesulitan bukan hanya soal memasak dan mandi, namun ketika wudhu untuk ibadah juga akan kesulitan,” tambah Kyai Ahmad bahakudin.

Selain melaporkan atas sikap organisasi perihal rencana eksploitasi material galian C di kawsan Taman Nasional Gunung Merapi, rombongan juga melaporkan perihal kegiatan kegiatan yang sudah dan tengah dilakukan oleh MWC NU Srumbung lainnya.

Kegiatan yang dilaporkan antara lain program Koin NU, program mendirikan NU Mart dan Program Ambulans NU gratis. “Alhamdulilah semuanya sukses dan membawa manfaat bagi jamiyah khususnya, dan masyarakat umumnya,” jelas H Muslikh lagi.

Pertemuan tersebut berlangsung penuh keakaban, namun tanpa meninggalkan takdzim dan tawadzuk selayaknya santri dengan kyainya. “Semoga pertemuan ini membawa keberkahan bagi warga NU khususnya, dan masyarakat pada umumnya,” pungkas Kyai Said.

Editor: Ahmad Muslim