"> KH Muhsin Krakitan Apresiasi Kinerja JQH Srumbung - MWC NU Srumbung

KH Muhsin Krakitan Apresiasi Kinerja JQH Srumbung

Ahmad Muslim
KH Muhsin Al hafidz yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Husain, Krakitan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, saat menghadiri Selapanan JQH Srumbung, Jum’at (23/08)

NUSrumbung.or.id- Ulama’ kharismatik kenamaan, KH Muhsin Al hafidz yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Husain, Krakitan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, memberikan apresiasi kepada Jam’iyyatul Qurro’ wal Hufadz (JQH) Kecamatan Srumbung.

Apresiasi ini diberikan, lantaran hingga kini JQH Srumbung mampu memberikan semangat kepada para guru – guru ngaji TPQ, agar mau memperdalam ilmunya kepada guru yang sanad keilmuannya jelas.

“Kulo nak mboten sowan teng Srumbung niku raose gelo, estu kulo remen sanget, teng mpriki sepuh – sepuh sami kerso tindak ngaji, benakke Qur’an, sek metode ne koyo cah TPQ, kok mboten isin, masyaallah remen sanget kulo,” kata kyai yang terkenal dengan tawadu’nya ini.

“Ngaji kudu duwe guru lan sanat Sik Ceto” lanjutnya.

Metode ngaji yang dilakukan oleh Jam’iyyatul Qurro’ wal Hufadz (JQH) Kecamatan Srumbung adalah dengan metode Santri menirukan ucapan Guru, metode ini diyakini bisa lebih memperjelas dan mempermudah peserta dalam memahami setiap lafadz yang diucapkan.

Ketua JQH Kecamatan Srumbung, Ahmad Sururi menjelaskan, bahwa metode ngaji seperti ini sudah berjalan selama hampir Dua tahun. “Alhamdulilah semua kalangan guru TPQ bisa menerima dan menikmati metode ini,” kata Sururi disela Selapanan JQH yang berlangsung di Serambi Masjid Al Mutaqin, Cepagan, Desa Kaliurang, Jum’at (23/08)

“Alhamdulillah meski baru dua tahun terbentuk, JQH Srumbung sudah bisa ikut berperan di masyarakat dalam membina imam masjid dan guru guru TPQ, tentang pembelajaran dan bacaan Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid,” tambahnya.

Selain membina imam masjid dan guru guru TPQ, menurut Sururi, kedepan pihaknya akan mengembangkan kegiatan di Sekolah- sekolah yang berbasis Ma’arif.

“Saat ini sudah ada Sekolah yang mengajukan permohonan secara resmi kepada kami untuk membantu ekstra kulikuler seperti Tartil, Tahsin,  Tahfidzul Qur’an dan Kaligrafi, tapi kita masih menunggu instruksi resmi dari MWC NU selaku induk organisasi kami,” tambah Sururi.

Jami’yyatul Qurra wal-Huffadz (JQH) adalah organisasi para qori-qoriah, hafidz-hafidzah, para pecinta Al-Quran, yang bernaung di bawah Nahdaltul Ulama. Organisasi ini didirikan KH Wahid Hasyim pada tanggal 12 Rabul Awwal 1371 H bertepatan 15 Januari 1951 M, di rumah H Asmuni, Sawah Besar, Jakarta. 

Tujuan organisasi  ini adalah terpeliharanya kesucian dan keagungan Al-Qur’an. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an, terpeliharanya persatuan qurra wal-huffazh ahlussunah waljamaa’ah. 

“Mohon doanya semoga JQH Srumbung diparingi Istiqomah” pungkas Sururi. (EKR)

Kontributor:  Erni Kholifaturrofiah

Editor : Ahmad Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Karang Taruna Desa Ngablak Gandeng BANSER Amankan Jalan Sehat HUT RI 74

NUSrumbung.or.id- Karang Taruna Muda Bhakti Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, menggandeng Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) setempat, guna membantu kelancaran dan keamanan kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Peringatan HUT ke 74 Republik Indonesia. Ketua Panitia kegiatan Jalan Sehat Desa Ngablak, Khudori mengungkapkan, pelibatan BANSER dalam kegiatan ini, dikarenakan BANSER Ngablak […]