"> Hampir 1 Millyar Dana Koin NU Srumbung Terkumpul Selama 2019, Ini Rinciannya - MWC NU Srumbung

Hampir 1 Millyar Dana Koin NU Srumbung Terkumpul Selama 2019, Ini Rinciannya

Ahmad Muslim

NUSrumbung.or.id- Selama tahun 2019, Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama’ (UPZIS-NU) MWC Kecamatan Srumbung, berhasil mengumpulkan dana Koin dari masyarakat sebanyak Rp 988.507.200, dana itu bersumber dari masyarakat yang tersebar di 17 ranting NU yang ada.

Ketua UPZISNU MWC Srumbung, Arif Budiman memaparkan, ranting dengan perolehan paling besar ditahun 2019 adalah dari ranting Srumbung, dengan perolehan Rp 138.810.050.

“Pada posisi ke dua ditempati Ranting Mranggen dengan perolehan Rp. 86.177.250, sementara Ranting Jerukagung menempati posisi ke tiga dengan perolehan koin NU sebanyak Rp. 77.088.050,” papar Arif di Srumbung, (14/01)

Secara Berurutan setelah Jerukagung, yakni Ranting Kaliurang Rp. 75.123.450, kemudian Ranting Bringin Rp. 72.260.850, Ranting Tegalrandu Rp. 72.011.750, Ranting Ngablak Rp. 69.589.050, dan Ranting Kemiren dengan jumlah perolehan Rp. 63.215.500.

Sementara pada urutan berikutnya, Ranting Ngargosoko Rp. 53.061.400, disusul Ranting Banyuadem Rp. 46.480.100, Ranting Kradenan Rp. 46.158.800, Ranting Pucanganom Rp. 42.500.800, dan Ranting Polengan memperloleh Rp. 35.483.300.

Adapun untuk Ranting Sudimoro memperoleh Rp. 34.151.500, Ranting Pandanretno Rp. 33.146.250, Ranting Nglumut Rp. 23.138.850, dan terakhir Ranting Kamongan dengan perolehan Rp. 20.112.250.

Lebih lanjut, Arif Budiman mengungkapkan, dari perolehan total yang berjumlah hampir satu millyar tersebut, pentasarufan yang paling besar adalah untuk pengadaan Dua Unit Layanan Ambulan sejumlah Rp 240.889.000.

“Kemudian kami kembalian untuk dana Pengelolaan Koin NU di tingkat ranting se Kecamatan Srumbung sebesar Rp 123.402.000, juga untuk operasional NU sejumlah 17 Ranting selama 2019 adalah Rp 123.402.000, serta Operasional ke dua unit ambulan yang selama satu tahun ini mencapai Rp. 127.000.000,” ungkapnya.

Adapun tasaruf berikutnya, digunakan untuk Pembuatan sarana kotak Koin NU sejumlah Rp. 80.188.000, sementara untuk Penguatan dan tata kelola organisasi sejumlah Rp. 76.457.000.

“Dana koin juga kami gunakan untuk Operasional MWC dan Banom NU sejumlah Rp 60.250.000, sementara untuk Rehab Gedung MWC sejumlah Rp. 57.255.000, adapun untuk pengelolaan Koin NU ditingkat MWC sejumlah Rp. 48.200.000,” tambah Arif.

“Sementara untuk Santunan Kematian, dalam satu tahun telah mengeluarkan sejumlah Rp. 20.064.000,” tambahnya lagi.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Srumbung Mahmud Rasyidi menjelaskan, bahwa seluruh dana yang masuk dan tercatat tersebut adalah yang bersumber dari Koin NU, bukan berupa Zakat, karena yang berupa zakat telah disipakan rekening khusus.

“Kalau Zakat tentu pentasarufannya kita sesuaikan dengan hukum yang ada, baik agama mapun negara, nah yang dipaparkan oleh Ketua UpzisNU tadi yang didapat dari Koin NU selama 2019 ini,” jelas Mahmud.

Rais Syuriyah MWC NU Srumbung, Kyai Ahmad Bahakudin Syah menambahkan, bahwa keberadaan koin NU diwilayhanya telah nyata nyata membawa manfaat, baik bagi NU khususnya, maupun bagi Masayarakat pada umumnya.

“Manfaatnya jelas Organisasi ini berjalan, disamping itu, pelayanan masyarakat juga tidak kami tinggalkan, bahkan malah kami prioritaskan, maka kita mengajak masyarakat wabil khusus pemegang kotak koin NU untuk lebih digiatkan lagi, agar kemanfaatannya lebih luas,” Pungkasnya. (AMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jenis Pelayanan New Normal Ambulan NU Srumbung

NUSrumbung.or.id- Seiring dengan kebijakan pemberlakukan New Normal bagi tatanan masyarakat ditengah Pandemi Covid-19, Management Ambulan NU Srumbung pun juga memberlakukan pelayanan terbatas sesuai Protokol Kesehatan yang ada. Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama’ (LKNU) Kecamatan Srumbung, Kaswadi mengatakan, selama bulan April hingga Mei, Ambulannya sesungguhnya juga tetap beroperasi, namun dengan pembatasan […]