Akreditasi Sekolah: 95% Guru SMP Trisula Kantongi Sertifikat Pendidik, Sementara Kompetensi Guru MTs Ma’arif Sudah Sesuai Bidangnya.

NUSrumbung.or.id- Sekolah – Sekolah Ma’arif di wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, baru saja merampungkan proses akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrdasah (BAN SM), hasilnya 95% guru SMP Trisula telah bersertifikat Pendidik, sementara Kompetensi guru MTs Ma’arif sudah sesuai dengan bidangnya.

Kepala SMP Trisula Srumbung, Erni Kholifaturrofiah, S.Ip, S.Pd mengatakan, Akreditasi sekolah adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap Lima tahun sekali, “Kegiatan lima tahunan ini adalah pertama kali bagi saya selama menjabat kepala sekolah, persiapan sudah kami lakukan semaksimal mungkin, semoga hasilnya memuaskan,” kata Erni

Erni menambahkan, dari hasil akreditasi didapat hasil bahwa 95% guru di sekolahnya, telah mengantongi sertifikat sebagai pendidik, bahkan semua gurunya sudah memenuhi syarat Strata 1 (S1). “Ini diantaranya yang menjadi kekuatan kami,” imbuhnya.

SMP Trisula Srumbung melaksanakan Akreditasi pada tanggal 11 – 12 September lalu, dengan Assesor Muji Waluyo, S.Pd, M. Pd, dan Suharyanto, S.Pd, keduanya dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrdasah (BAN SM).

Sementara MTs Ma’arif Srumbung di Tegalrandu, juga baru saja melakukan kegiatan yang sama, yakni Akreditasi sekolah, hasilnya Kompetensi guru MTs Ma’arif sudah sesuai dengan bidangnya.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Zen Hilali S.Pd.I mengatakan, Akreditasi sebagai evaluasi dari kinerja yang sudah lampau. “ Sekaligus Akreditasi kami manfaatkan sebagai motivasi dan aktualisasi untuk layanan pendidikan ke depan,” katanya.

Untuk MTs Ma’arif Srumbung di Tegalrandu, melaksanakan Akreditasi pada Tanggal 16-17 September 2019, dengan Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) Drs Bambang Trisuro dan Drs. Wiji Sasongko

Sekretaris LP Ma’arif MWC Kecamatan Srumbung, Mabar S.Ag berharap Sekolah dan Madrasah yang baru saja melaksanakan Akreditasi untuk segera berbenah diri, terutama melengkapi dari 8 standar yang belum lengkap.

Delapan Standar indikasi yang dimaksud adalah, Standar Isi, Standar Proses, Standar Kelulusan, Standar Pengelolaan, Standar Tenaga Kependidikan, Standar Sarpras, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian.

“Syukur mampu menambah sesuatu yg masih mungkin untuk dikembangkan dan belum ada di sekolah/madrasah yg lain, agar sekolah di maarif menjadi impian, harapan, dan kebanggaan masyarakat luas,” harap Mabar. (AMS)

Kontributor : Erni Kholifaturrofiah, Zen Hilali

Editor : Ahmad Muslim