612 Peserta dinyatakan Lulus Diklatsar BANSER Kabupaten Magelang

Ekspresi gembira para peserta DIklatsar BANSER Kartika Nawa XXVII Kabupaten Magelang usai menjalani Prosesi Pembaretan dan Baiat, yang merupakan puncak acara Diklatsar

NUSrumbung.or.id- Sebanyak 612 peserta dinyatakan lulus dalam Pendidikan dan Latihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (DIKLATSAR BANSER) Kartika Nawa ke 27 tahun 2019 tingkat Kabupaten Magelang, sebelumnya 633 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Panitia Penyelenggara Diklatsar, Arif Sholikhan mengungkapkan, dalam kegiatan pendidikan dasar BANSER itu, 21 peserta dinyatakan tidak lulus karana beberapa faktor. “Ada yang tidak registrasi ulang atau tidak hadir, ada pula yang tidak menyelesaikan diklat karena tidak kuat secara fisil atau halangan lainnya,” kata arif usai apel penutupan diklatsar di Desa Bumiayu, Kajoran, Minggu (15/09)

Lebih lanjut, arif menjelaskan, awalnya ada 670 lebih pendaftar, kemudian dilakukan seleksi administrasi yang lolos hanya 633 peserta, kemudian saat pelaksanaan yang daftar ulang ada 614 peserta, dan lulus sampai pembaretan 612 peserta.

Adapun kewenangan memberikan predikat lulus dan tidak lulus, menurutnya berada pada tim Skolat Pelatih Diklatsar yang dibentuk oleh Satuan Koordinasi Cabang (SATKORCAB) Banser Kabupaten Magelang.

“Kami dari Panitia sifatnya hanya memfasilitasi, dan merekrut calon peserta, selebihnya itu wewenang pelatih, termasuk yang memutuskan peserta lulus dan tidaknya,” jelas Arif yang juga Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kajoran.

Selama Proses Diklatsar, peserta diajarkan beberapa materi antara lain, KeNUan, Ke Ansoran, ke Banseran, Bela Negara, PBB, Pengaturan lalu lintas, Militansi serta Wawasan Kebangsaan.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Magelang, Anas Munaji, mengatakan kegiatan diklat itu dilakukan untuk memberikan satu pemahaman bersama tentang NU dan Pancasila yang selama ini mungkin calon Peserta masih mengetahui setengah-setengah.

“Jadi dengan proses ini dapat menyatukan ke-Indonesiaan dan ke-NU-an itu menjadi satu dan menjadi jalan untuk kita menjaga keutuhan negara supaya tidak dapat dipecahkan oleh siapapun, dan oleh paham apapun,” tegasnnya.

Hadir dalam apel penutupan Diklatsar kemarin, Rois Syuriyah PBNU KH Said Asrori, Pengurus PCNU Kabupaten Magelang Ahmad Majidun, Ketua PC GP Ansor Anas Munaji, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Sularno.

Dalam arahannya, Kasatkorcab BANSER, Sularno berharap, Diklatsar dapat memperteguh Islam Ahlussunah wal Jama’ah an-Nahdliyah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apalagi mereka adalah kader harapan di masa mendatang.

Menurutnya, Diklatsar ini juga merupakan ikhtiar menangkal radikalisme dan intolerasi. “Dan memang siapa saja yang ingin menjadi anggota Banser harus ikhlas, sehingga bisa memberikan pengabdian bagi agama bangsa dan negara,” tegasnya.

Diklatsar Banser Kartika Nawa ke 27 tahun 2019 tingkat Kabupaten Magelang, dilaksanakan sejak jum’at 13 September, dan berakhir Minggu 15 September 2019. Adapun sebagai tuan rumah pelaksanaan di Desa Wonogiri, Desa Kwaderan, dan Desa Bumiayu Kecamatan Kajoran.

Sularno berharap, para peserta dapat menyerap materi yang telah diberikan selama tiga hari baik saat di dalam ruangan maupun olah fisik. “Sehingga usai Diklatsar Banser, mereka diharapkan akan menjadi kader berkualitas,” pungkasnya. (AMS)